Eits, bukan, entri ini bukan tentang lagu populer idol group itu. Ini Heavy Rotation dalam artian sesungguhnya: lagu-lagu yang sedang sering diputar. Di entri ini saya mau bercerita tentang lagu-lagu yang sering saya putar di bulan Januari ini, tepatnya album sih. Entah kenapa bulan ini saya keranjingan Doom metal dan segala turunannya. Yap, langsung dimulai saja!
1. Sunn O))) - Monoliths & Dimensions
Sulit juga mau bilang album ini seperti apa, yang jelas ini metal, tapi nggak kayak metal kebanyakan. Gaung dan gema album ini begitu kuat hingga menusuk sukma (lebay), bukan sesuatu yang kamu sering dengar di dunia musik. Kalau ada yang ngaku suka Doom metal tapi nggak kenal band ini, itu pasti poser.
2. Om - Advaitic Songs dan God is Good
Nah, ini band yang menggabungkan unsur Doom/Stoner dengan Agama/Spiritual. Bukan salah satu Agama ya, tapi (hampir) semua Agama. Jangan kaget kalau di lagu Sinai intronya Labbaik Allahuma Labbaik, tapi di lagu lain Om menceritakan tentang Yahudi. Musiknya sama seperti chants Tibet dan Byzantine. Oh iya, mereka cuma terdiri dari dua orang lho, bass dan drum.
3. Earth - Hibernaculum
Ini adalah fase kedua dari musik Earth, fase pertama (90an) adalah ketika musik mereka penuh distorsi, lambat, jarang terdengar suara drum. Di fase kedua ini (2005-sekarang), Earth lebih melodius, penuh pengaruh Jazz, Psychedelic, tapi masih lambat. Asyik didengar buat kerja.
4. Boris - Heavy Rocks dan Akuma No Kuta
Sejenak kita tinggalkan keluarga 48, beri tempat untuk Boris, Heaviest-Sludgest-Shoegaziest band from Japan! Pernah kecewa gara-gara mengunduh New Album yang dirilis 2011 silam, ternyata materi-materi awal band ini jauh lebih keren.
5. Jesu - Infinity (Japanese Version)
Upaya Justin Broadrick untuk membuat lagu pop malah berujung menjadi komposisi Post-Metal berdurasi hampir 50 menit. Epik! Re-interpretasi Infinity selama 17 menit juga nggak kalah epik.
6. Satan's Satyrs - Wild Beyond Belief!
Gara-gara tulisan Arian 13, saya jadi penasaran sama band ini. Metal/Punk yang dicampur Doom dan lo-fi, bahaya!
7. The Mount Fuji Doomjazz Corporation - Egor
Nah, ini juga unik. Doom digabung dengan Jazz? Hasilnya adalah seperti suara-suara dari mimpi buruk yang tiba-tiba dibangkitkan dalam 4 komposisi. I'm scared. Terutama di akhir lagu Glass Is Destroyed yang benar-benar menyeramkan.
Nah, Januari saya doomy, bagaimana Januari kalian?
Showing posts with label writings. Show all posts
Showing posts with label writings. Show all posts
Monday, January 14, 2013
Monday, December 24, 2012
Review: Shining - Blackjazz
Pernahkah kalian berpikir dua genre yang mempunyai perbedaan yang sangat besar - seperti Jazz dan Black Metal - dicampurkan menjadi satu dan tidak menjadi sampah? Jika kalian berpikir itu tidak mungkin, anda harus mendengarkan Shining. Band black metal asal Norwegia ini menggabungkan Free Jazz dan Black Metal di album terbarunya, Blackjazz. Jika kalian berpikir mereka sinting, ya, mereka memang sinting.
Instrumentasi metal dan struktur jazz memenuhi sembilan lagu di album ini. Merekapun tanpa ragu menggunakan Saxophone, alat musik yang mungkin belum kita dengar di lagu metal apapun. Riff-riff metal mendampingi irama Saxophone sambil diikuti dentuman double pedal dan teriakan ala Norwegian Black Metal di belakangnya. Fantastis! Coba saja dengarkan pattern Jazz yang tidak terduga di "The Madness and Damage Done", solo saxophone di "Fisheye", atau intro "Exit Sun" yang akan mengecoh anda ketika pertama kali mendengarnya.
Jadi album Blackjazz ini ibaratnya adalah sekelompok musisi Jazz yang tersesat di Oslo, dan terpaksa memainkan Black Metal (ala mereka tentunya) di sebuah klub untuk mendapatkan uang.
Shining adalah musisi yang kreatif, unik, dan mempunyai skill mumpuni. Dunia tidak membutuhkan lagi band-band black metal semacam Dimmu Borgir atau Burzum. Dunia butuh sesuatu yang baru dari black metal, seperti Shining ini.
Tuesday, October 30, 2012
Interview: Daniel Mardhany of DeadSquad
Wawancara dengan Daniel Mardhany, vokalis band Technical Death Metal asal Jakarta, DeadSquad, di backstage Hai Day 2012. Teks dan foto: Alvin Bahar . Pertama kali diposkan di Hai-Online.
Gimana pendapat lo mengenai Hai Day Honda Brio 2012?
Seru, rame banget. Nggak nyangka juga bakal se-rame ini. Band yang diundang juga variatif, mewakili anak muda banget deh.
Jadi Hai Day perlu diadain lagi nggak?
Perlu, kayaknya setahun sekali harus ada Hai Day. Banyak band yang belum tampil di Hai Day!
Menurut lo, apakah Hai masih mewakili generasi muda?
Masih, meskipun menurut gue dulu sempat nggak mewakili. Tapi sekarang Hai udah mewakili suara generasi muda lagi.
Tawuran sempat terjadi lagi di generasi muda, menurut lo gimana sih supaya generasi muda nggak tawuran lagi?
Tawuran itu nggak penting banget, mendingan anak muda yang
suka tawuran, bikin band dengan musik keras aja. Supaya kemarahan dan
adrenalinnya tersalurkan.
Emangnya lo pas muda ngapain aja sih?
Duit gue pas SMA abis buat beli kaset, hahaha. Dulu gue
juga sempat ngejar konser Pure Saturday! Meski konsernya nggak begitu
bagus waktu itu, tapi rasa penasaran gue ngalahin segalanya, maklum deh
anak mudah, Hehehe...
Ada nggak pengaruh Hai di masa muda lo?
Waktu SMP gue kenal band-band metal semacam Slipknot dari
Hai, banyak juga band punk yang gue kenal dari Hai. Hai juga sering
bantu DeadSquad!
Jadi, DeadSquad sekarang lagi sibuk apa aja?
Manggung. Ini gue udah 5 hari nggak pulang, kita abis dari Bali dll. Kita juga lagi sibuk bikin album baru, udah 40% kelar nih.
Sunday, October 21, 2012
Review: Dirty Rotten LP dari D.R.I.
D.R.I adalah salah satu band thrash metal/crossover thrash yang paling penting abad ini. Tidak diragukan lagi, karena sejak debut albumnya (yaitu album ini) mereka sudah membuktikan diri bahwa mereka memang layak dipuja para penyuka musik keras. Album ini adalah "piagam pertemanan" antara musik hardcore dengan thrash metal. Jika bisa dua, kenapa hanya satu? mungkin hal inilah yang terpikirkan saat D.R.I. merekam album ini.
Adrenalin, kecepatan, energi, dan amarah adalah empat hal yang dapat saya simpulkan dari album ini. Lagu-lagu yang berdurasi tidak lebih dari satu menit (hanya ada 5 lagu yang berdurasi lebih dari semenit), riff gitar yang simpel dan tanpa basa-basi, drum yang sangat cepat ala metal, dan lirik bernuansa politik dan kehidupan sosial yang dinyanyikan dengan penuh amarah oleh Kurt Brecht menyempurnakan album ini.
Suara yang dihasilkan sangat kotor dan kasar, namun itu tidak mengurangi kenikmatan mendengar album ini. Menurut saya sound kotor dan kasar sudah cocok. Penyuka oldskool hardcore punk pasti mempunyai rasa yang sama.
Jangan lupakan artwork album ini: tengkorak dengan senapan dan seragam tentara, masuk ke sebuah kamar dengan pintu yang rusak dan latar belakang api peperangan. Seakan-akan ia datang ke kamarmu dan berteriak: "mari berperang!".
Terakhir, ini adalah salah satu album tercepat yang pernah saya dengar. Sebuah masterpiece klasik hardcore/thrash metal yang sangat layak untuk dikoleksi jika kamu penggemar punk, metal, dan hardcore. Jangan lupakan juga penampilan mereka di Hammersonic festival 28 April mendatang!
Pertama kali diposkan di Hai-Online
Thursday, October 18, 2012
Interview With Kurt Brecht From D.R.I.
Salah satu interview musisi luar pertama saya sebagai jurnalis. Wawancara berlangsung saat D.R.I tampil di Hammersonic fest, 28 April 2012 lalu.
Ini show pertama lo di Indonesia, apa pendapat lo tentang fans D.R.I. disini?
Sangat liar dan keren. Gila aja, mereka disini seharian
nungguin band-band metal favorit mereka nggak ada capeknya. Gue nggak
nyangka acara metal bisa sebesar ini di Indonesia.
Selama disini, lo udah nyobain masakan Indonesia?
Yeah, selama di hotel kita makan makanan Indonesia. Spicy banget.
Apa pendapat lo mengenai lalu lintas di Jakarta?
Horrible banget. Kalo gue tinggal disini, gue kemana-mana naik helicopter kali.
Berapa lagu yang D.R.I. mainkan malam ini?
20 lagu.Apakah ada kemungkinan D.R.I. untuk kembali lagi kesini?
Gue kepengen banget. Fans kami disini keren semua.
Apa D.R.I. akan merilis album baru?
Gue nggak yakin. D.R.I. sedang sibuk 30th
anniversary tour. Besok kita show di Malaysia dan besoknya lagi di Bangkok, Thailand. Belum yang di negara-negara lain.
Apa pendapat lo tentang Hammersonic?
It’s really great. Terorganisasi sangat baik, sound-nya juga bagus, band-bandnya keren, orang-orangnya juga baik.
Bagaimana dengan band-band metal Indonesia?
Yeah, beberapa dari mereka bagus. Gue suka sama yang vokalisnya cewek tadi (Dreamer). Sama yang lagi main sekarang, Burgerkill.
Pertama kali ditampilkan di Hai
Aku Bisa Diselamatkan
Kalo dibandingkan dengan pernak-pernik Koil yang dimiliki
fans-fans Koil lain yang pernah saya baca di Lorong Zine terdahulu, bisa
dibilang ‘keimanan’ saya kepada Koil masih belum ada apa-apanya. Saya Cuma
punya satu Kaos dan satu CD yang sudah dilegalisir sama Otong Koil plus satu
foto bersama Otong. Show Koil pun banyak yang saya lewatkan. Bahkan konser
tunggalnya, juga saya lewatkan.
Tapi saya punya hal yang lebih penting yang diberikan oleh
Koil kepada saya, yang mungkin tidak semua Koil Killer mendapatkannya. Koil
merubah pola pikir saya. Saya dulunya adalah orang yang suka protes, suka
komplain , waktu SMA pernah demo, kuliah (hampir) buat demo doang, suka ngatain
band-band kayak kangen band, dll. Untungnya saya mulai aktif dengerin Koil
sejak kelas 3 SMA (sebenernya udah denger sejak 2003, tapi belum ngefans).
Kuliah saya jadi serius deh.. karena Koil mengajarkan saya untuk survive, bukan
protes.
Buat apa kita protes kalo ga ada hasilnya? Mendingan kita
belajar untuk menyelamatkan diri sendiri. Daripada protes tapi ga selamat?
Begitulah kira-kira kalimat yang Koil ajarkan kepada saya. Lagian kalo protes
cape, bikin gondok, cepet tua. Ya kan?
Selain itu Koil, terutama
Otong, juga ngajarin saya buat menghargai karya orang lain. Sebelumnya,
saya Cuma suka musik metal-metal/rock gitu deh.. ngeliat ST12 & Ungu di TV,
saya marah trus ngehina-hina mereka di Facebook, join grup anti band melayu,
dll. Saya juga sempet kesel pas liat Koil kolaborasi sama Ahmad Dhani.
Tapi setelah baca “khotbah-khotbah” Otong di twitter, saya
jadi sadar. Musik itu kayak makanan favorit, kalo kita suka jengkol tapi temen
kita suka pete, apakah kita harus maksa temen kita tersebut untuk makan
jengkol? Nggak kan? Lagipula, buat apalah kita menghina-hina band-band
mainstream. Emangnya kita siapa?
Gara-gara si Otong pula saya jadi dengerin A-Ha. Sebelumnya
saya anti sama musik-musik new-romantic kayak gitu, hahaha. Ya, anak-anak Koil
itu meskipun di twitter bahasanya suka
aneh-aneh tapi kalo dicermati ada benernya juga.
Hmm.. apalagi ya? Wah sebenernya masih banyak sih yang bisa
diceritakan tentang saya dan Koil ini. Tapi daripada menuh-menuhin halaman dan
yang baca bosen.. udah segini dulu aja yah.
Ingat, kita dapat diselamatkan.
Dari Lorong #5
Netlabel: Solusi Musik Gratis, Berkualitas, dan Legal
Jika anda ditanya oleh orang asing bagaimana kondisi musik di Indonesia, apa jawaban anda? Kalau pertanyaan itu diajukan ke saya, saya akan menjawab musik Indonesia yang digemari masyarakat banyak itu ya seperti Kangen Band atau ST12, artis-artis sudah sulit menjual CD karena masyarakat lebih suka berlangganan lagu berdurasi 30 detik yang bernama RBT/NSP (atau mungkin karena harga CD mahal?), mendownload lagu atau album secara ilegal di internet yang ada banyak sekali jumlahnya, membeli album bajakan di lapak bajakan - yang ironisnya seperti dibiarkan saja oleh negara, atau mungkin meminjam CD teman lalu digandakan atau direkam ulang - itupun jika masih ada yang melakukannya - yang seakan-akan sudah menjadi “tradisi turun menurun”.
Lalu apakah ada solusi untuk masalah-masalah yang disebutkan diatas? Jawabannya tentu saja ada. Netlabel (ada juga yang menyabut online label, web label, MP3 label, atau download label) adalah solusinya. Netlabel adalah label rekaman yang mendistribusikan musiknya melalui format audio digital melalui internet. Sekarang sudah banyak bermunculan netlabel-netlabel lokal yang merilis album, EP, atau singel secara legal dan gratis seperti Yes No Wave Music, Inmyroom Records, Hujan! Rekords, Stone Age Records dan semacamnya. Genre yang ditawarkan pun bervariasi. Hampir semua jenis musik tersedia di netlabel-netlabel diatas.
Meskipun sebenarnya Tsefula/Tsefuelha Records, self-released label dari band Shorthand Phonetics berdiri pada tahun 2004, fenomena ini baru muncul pada tahun 2007 oleh Yes No Wave Music, sebuah netlabel dari Jogjakarta dan salah satu pelopor netlabel di Indonesia.
Sudah sepantasnya netlabel dan rilisan-rilisannya berkembang di Indonesia. Penjualan CD yang menurun drastis, akses jaringan internet yang sudah meluas ke berbagai daerah di Indonesia, seringnya masyarakat mendownload musik ilegal di internet, dan fenomena NSP/RBT - yang justru merusak suatu karya seni - adalah beberapa alasannya.
Di netlabel-netlabel lokal ini anda bebas mendownload musik yang tersedia tanpa dipungut bayaran dan tentunya semuanya legal. Mungkin diantara anda ada yang berpikir “ah lagunya gratisan semua, paling cuma artis-artis kacangan, yang musiknya jelek, yang ngga daper label yang dirilis disitu”. Kata siapa? White Shoes and the Couples Company, Sajama Cut, Bottlesmoker, Frau, dan The Upstairs pernah merilis karyanya di netlabel. Redtheplaneet!!!, trio elektronik asal Belanda pun pernah merilis EP-nya di Yes No Wave.
Atau mungkin anda anti musik berformat digital? anda seorang kolektor CD? atau mungkin anda lebih sering mendengarkan musik di mobil atau CD player? Tenang, rilisan-rilisan netlabel ini rata-rata memiliki CD cover didalamnya. Jadi anda tinggal burn cd, print, potong, lipat, tempel, pamerkan ke teman dan keluarga. Bisa jadi sebuah koleksi yang menarik, dan melestarikan budaya do-it-yourself.
Di awal tahun 2011 ini, 5 netlabel lokal (Yes No Wave Music, Inmyroom Records, Stone Age Records, Hujan! Rekords, dan Mindblasting) bersatu untuk mengkampanyekan netlabel dengan merilis 5 kompilasi yang bisa didownload di situs netlabel masing-masing. Oh iya, FYI Mindblasting adalah netlabel asal Jember, Jawa Timur. Membuktikan bahwa netlabel sudah bisa masuk secara luas ke daerah-daerah di Indonesia.
Jadi, masih mau mengunduh musik secara ilegal?
Pertama kali diposkan di Kompasiana pada Maret 2011.
Subscribe to:
Posts (Atom)
